Tuesday, April 25, 2017

TUGAS 2.1 AKUNTANSI KOMPARASI (AKUNTANSI EROPA)



AKUNTANSI KOMPARASI
TUGAS 2.1 AKUNTANSI EROPA (PRANCIS, JERMAN, CEKO, BELANDA, INGGRIS)


1.         Perancis
Perancis merupakan penyokong utama dunia dalam kesamaan akuntansi nasional.  Akuntansi perancis sangat terhubung dengan ketentuan yang memungkinkan untuk mengabaikan fakta bahwa legislasi komersial dan undang-undang perpajakan yang mengatur banyak akuntansi dan laporan keuangan perancis yang sebenarnya.
Dengan adanya penggunaan wajib dari kode akuntansi nasional tersebut tidak membebani kalangan usaha prancis di karenakan kode akuntansi nasional tersebut dapat di terima dalam implementasinya atau praktiknya.
Dasar utama aturan akuntansi di prancis adalah hukum akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983 yang membuat Plan Comptable General wajib di gunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari Code de Commerce. Akan tetapi hukum pajak juga mempengaruhi  akuntansi secara signifikan di Prancis terlihat dari beban-beban usaha dapat di kurangkan untuk perhitungan pajak yang ada di laporan keuangan tahunan. Dan juga hukum memperbolehkan perusahaan Prancis untuk mengikuti standar pelaporan keuangan atau  IFRS bahkan juga prinsip akuntansi yang di terima umum di AS (Generally Accepted Accounting Principles-GAAP) dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi.
Terdapat lima organisasi utama yang terlibat dalam proses penetapan standar di Prancis adalah
1.     Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan   Akuntansi Nasional)
2.     Comite de la Reglementation Comptable or CRC (Komite Regulasi Akuntansi)
3.     Autorite des Marches Financiers or AMF (Otoritas Pasar Keuangan )
4.     Orde des Expert-Comptables or OEC(Ikatan Akuntan Publik)
5.     Compagnie Nationale des Commsaire aux Comptes or GNCC(Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional)
Perusahaan perancis harus melaporkan hal-hal berikut:
1.    Neraca
2.    Laporan laba rugi
3.    Catatan atas laporan keuangan
4.    Laporan direktur
5.    Laporan auditor
Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda yaitu bagi perusahaan wajib mengikuti    standar peraturan yang tetap akan tetapi bagi kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibiltas lebih besar. Standar Pelaporan Keuangan Internasional IFRS akan menjadi dasar laporan keuangan konsolidasi setelah tahun 2005.
1.    Penilaian aktiva berdasarkan biaya historis.
2.    Aktiva tetap didepresiasikan menurut provisi pajak dengan menggunakan dasar garis lurus atau saldo berganda.
3.    Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau nilai realisasi dengan menggunakan metode FIFO atau metode rata – rata tertimbang.
4.    Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya, namun dapat dikapitalisasikan dalam keadaan tertentu. 
2.         Jerman
Iklim akuntansi Jerman terus berubah semenjak akhir perang dunia II. Pada masa itu, akuntansi bisnis menekankan daftar akun nasional dan seksional (seperti di Prancis). Karakteristik dasar ketiga dari akuntansi Jerman adalah ketergantungannya pada keputusan undang-undang dan pengadilan.
Dengan adanya undang-undang ini jerman sudah mulai mempunyai standar dan pada saat itu pula di bentuk Komite Standar Akuntansi Jerman (GASC) atau dalam bahasa Jerman (Deutches Rechnungslegungs Standard Committee) atau DRSC dan langsung diakui oleh Kementerian sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standard di Jerman. GASC ini membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Boards-GASB) yang bertugas secara teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. GASB dibentuk untuk mengembangkan suatu standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi internasional. Sejak di bentuk GASB sudah menetapkan standar akuntansi mengenai masalah seperti laporan arus kas, pelaporan segmen,pajak tangguhan dan translasi mata uang asing. 
Undang-undang Jerman menetapkan persyaratan akuntansi, audit, dan laporan keuangan yang berbeda bergantung pada ukuran perusahaan.
1.    Neraca
2.    Laporan laba rugi
3.    Catatan
4.    Laporan manajemen
5.    Laporan auditor
              Pengukuran Akuntansi di Jerman :
1.    Metode pembelian adalah metode konsolidasi yang utama
2.    Aktiva dan kewajiban dari perusahaan yang diakuisisi dinilai sebesar nilai kini dan jumlah yang tersisa merupakan goodwill.
3.    Goodwill dapat disalinghapuskan terhadap cadangan dalam ekuitas atau diamortisasi secara sistematis selama umur manfaat ekonominya.
4.    Usaha patungan dapat dicatat dengan menggunakan metode konsolidasi proporsional atau metode ekuitas.
5.    Biaya historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud.
6.    Persediaan dinilai sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya atau pasar, metode yang digunakan untuk menghitung biaya adalah FIFO atau rata – rata tertimbang.
7.    Biaya penelitian dan pengembangan dibebankan pada saat terjadinya.

3.      Republik Ceko
Republik Ceko (CR) terletak di Eropa Tengah dan berbatasan dengan Jerman. Akuntansi di Republik Ceko telah berganti arah beberapa kali, seiring dengan sejarah politik negaranya.
Akuntansi di Republik Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, yang mencerminkan sejarah politiknya. Praktik dan prinsip akuntansi mencerminkan praktik dan prinsip akuntansi yang dianut Negara-negara Eropa yang berbahasa Jerman hingga akhir Perang Dunia II. Kemudian, karena perekonomian terencana oleh pusat sedang dibangun, praktik akuntansi didasarkan pada model Soviet. Kebutuhan administrasi berbagai pemerintah pusat dipenuhi melalui karakteristik seperti daftar akun yang seragam, metode akuntansi yang detail dan laporan keuangan yang seragam, yang wajib dibuat oleh seluruh perusahaan.
Akuntansi di Ceko dipengaruhi oleh Hukum Komersial, Undang-undang akuntansi, dan Keputusan Kementrian Keuangan. Bursa Efek memiliki pengaruh yang kecil dan meskipun Hukum Komersial berasal dari Jerman, peraturan pajak tidak berpengaruh secara langsung. Penyajian benar dan wajar yang diatur dalam undang-undang akuntansi dan diambil dari Direktif UE diinterpretasikan dengan maksud bahwa akun pajak dan akun keuangan diperlukan secara beda. Undang-undang auditor disahkan pada tahun 1988. Suatu audit atas laporan keuangan diwajibkan untuk seluruh perusahaan perseroan dan perusahaan dengan kewajiban terbatas yang besar.
Laporan keuangan harus bersifat komparatif, terdiri atas:
1.    Neraca
2.    Akun keuntungan dan kerugian (laporan laba rugi)
3.    Catatan
Laporan keuangan disetujui dalam rapat tahunan pemegang saham. Perusahaan yang sahamnya tercatat juga diharuskan untuk menyajikan laporan keuangan per kuartal.perusahaan-perusahaan Di Ceko juga memiliki opsi untuk menggunakan IAS/ IFRS atau standar akuntansi Ceko pada saat menyusun laporan keuangan konsolidasi. Namun demikian, perusahaan yang tercatat dalam Pasar Utama Bursa Efek Praha diwajibkan untuk menyusun laporan keuangan yang diaudit sesuai dengan IAS/ IFRS.

4.    Belanda
Belanda memiliki akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif, tetapi standar praktik dan professional yang sangat tinggi. Belanda merupakan negara hukum kode, namun akuntansinya berorientasi pada penyajian wajar. Sistem Akuntansi di Belanda sudah banyak di pengaruhi oleh sistem di Inggris dan AS. Belanda sendiri  merupakan salah satu pendukung pertama atas standar internasional untuk akuntansi dan pelaporan keuangan, dan pernyataan IASB menerima perhatian besar dalam menentukan praktik yang dapat diterima.
Belanda mempunyai regulasi sesuai dengan Undang-undang tahun 1970. Undang-undang ini juga memperkenalkan audit wajib. Sehingga audit di Belanda merupakan profesi yang mengatur diri sendiri dengan di bentuknya badan pengaturnya adalah Institut  Akuntan Terdaftar Belanda (NivRA). Sampai tahun 1993 NivRA juga yang dapat mengesahkan laporan keuangan,NivRA juga terlibat dalam segala hal yang terkait dengan akuntansi di Belanda. Laporan keuangan
Kualitas laporan keuangan Belanda sangat tinggi, laporan keuangan harus meliputi hal-hal berikut:
1.    Neraca
2.    Laporan laba rugi
3.    Catatan
4.    Laporan direktur
5.    Informasi lain yang sudah ditentukan
Pengukuran Akuntansi di Belanda:
1.    Goodwill di kapitalisasi dan di amortisasi selama estimasi manfaat hingga maksimum 20 tahun
2.    Persediaan di nilai berdasarkan Metode FIFO,LIFO,atau rata-rata
3.    Biaya penelitian dan pengembangan di kapitalisasi hanya jika jumlah tersebut dapat di pulihkan dan cukup pasti

5.        Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan praktik bisnis. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat ini. Konsep kewajaran penyajian dari hasil dan posisi keuangan juga berasal dari Inggris. Praktek dan pemikiran akuntan profesional Inggris di ekspor ke Australia, AS dan negara-negara bekas jajahan.
Di Inggris mempunyai dua sumber utama standar akuntansi keuangan yaitu hukum perusahaan dan hukum profesi akuntansi.
Pada tahun 1970 di bentuk  Enam  badan  akuntansi  di  Inggris  yang  berhubungan  dengan  Komite  Konsultatif Badan Akuntansi yang berdiri:
Ø  Institut Akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales / ICAEW
Ø  Institut Akuntan Berizin Resmi di Irlandia / ICAI
Ø  Institut Akuntan berizin resmi di Skotlandia / ICAS
Ø  Asosiasi Akuntan Berizin Resmi dan Bersertifikat / ACCA
Ø  Institut Akuntan Manajemen Berizin Resmi / CIMA
Ø  Institut Keuangan dan Akuntansi Publik Berizin Resmi / CIPFA
Penetapan standar akuntansi di Inggris dikeluarkan dan dikukuhkan oleh enam badan akuntansi tersebut.
Laporan keuangan Inggris merupakan yang paling komprehensif di dunia:
1.    Laporan direktur
2.    Akun laba dan rugi serta neraca
3.    Laporan arus kas
4.    Laporan keseluruhan laba dan rugi
5.    Laporan kebijakan akuntansi
6.    Catatan yang direferensikan dalam laporan keuangan
7.    Laporan auditor
Pengukuran Akuntansi di Inggris :
Ø  Berdasarkan metode akuisisi goodwill di hitung sebagai perbedaan antara nilai wajar penyerahan yang di lakukan dan nilai wajar yang di peroleh
Ø  Goodwill di amortisasikan dan di kapitalisasikan paling lama 20 tahun.
Ø  Metode ekuitas di gunakan untuk perusahaan untuk perusahaan asosiasi.
Ø  Aktiva dapat di nilai dengan menggunakan biaya historis, biaya kini atau menggunakan gabungan keduanya.
Ø  Persediaan di nilai  berdasarkan FIFO atau harga rata-rata, sedangkan LIFO tidak di perbolehkan.
Sumber :

Saturday, April 1, 2017

Tugas 1.2 Akuntansi Internasional (Negara-Negara dengan Pengaruh yang Dominan di Praktek Akuntansi)

Nama : Annisa Zahra
Kelas : 4EB24
NPM : 21213168

Beberapa negara yang dominan terhadap perkembangan akuntansi antara lain:
(1) Prancis
Prancis merupakan pendukung utama akuntansi nasional di dunia. Ciri khusus akuntansi di Prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Hukum memperbolehkan perusahaan Prancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) atau bahkan prinsip akuntansi yang diterima umum diAS (GAAP) dalam menyusun laporan keuangan konsolidasi.
Di Perancis profesi akuntansi dan auditing sejak dahulu telah terpisah. Akuntan dan auditor Perancis diwakili oleh kedua lembaga, yaitu OEC dan CNCC, meski terdapat sejumlah orang yang menjadi anggota keduannya. Sesungguhnya, 80% akuntan dengan kualifikasi di Perancis memiliki kedua klasifiksi tersebut. Dua lembaga profesional memiliki hubungan dekat dan bekerja sama untuk kepentingan bersama. Kedua terlibat dalam pengembangan standar akuntansi melalui CNC dan CRC dan keduannya mewakili Perancis di IASB. Akuntansi di Perancis memiliki karakteristik ganda : Perusahaan secara tersendiri harus mematuhi paraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividen dan menghitung pendapatan kena pajak.

(2) Jepang
Akuntansi dan pelaporan keuangan di Jepang mencerminkan gabungan berbagai pengaruh domestik dan internasional. Dua badan pemerintah yang terpisah bertanggung jawab atas regulasi akuntansi dan hukum pajak penghasilan perusahaan di Jepang memiliki pengaruh lebih lanjut pula. Pada paruh pertama abad ke-20, pemikiran akuntansi mencerminkan pengaruh Jerman; pada paruh kedua, ide-ide dari AS yang berpengaruh. Akhir-akhir ini, pengaruh badan Badan Standar Akuntansi Internasional mulai dirasakan dan pada tahun 2001 perubahan besar terjadi dengan pembentukan organisasi sector swasta sebagai pembuat standar akuntansi. Akuntansi di Jepang sedang dibentuk ulang agar sesuai dengan IFRS. Pemerintah nasional masih memiliki pengaruh paling signifikan terhadap akuntansi di Jepang. Regulasi akuntansi didasarkan pada tiga undang-undang : Hukum Komersial, Undang-undang Pasar Modal dan Undang-undang Pajak Penghasilan Perusahaan.

(3) Amerika Serikat
Akuntansi di Amerika Serikat diatur oleh Badan Sektor Swasta (BadanStandar Akuntansi Keuangan, atau Financial Accounting Standards Boardi –FSAB), namun sebuah lembaga pemerintah (Komisi Pengawas Pasar Modalatau Securities Exchange Commission – SEC) juga memiliki kekuasaan untuk menerapakan standarnya sendiri.
Hingga tahun 2002 Institut Amerika untuk Akuntan Publik bersertifikat, badan sektor swasta lainnya, menetapkan Standar Auditing. Pada tahun itu Badan Pengawas Akuntansi Perusahaan Publik didirikan dengan kekuasaan yang luas untuk mengatur audit dan auditor perusahaan publik. Di Amerika Serikat , dilakukan pengujian dan analisa pada prinsip dan teori akuntansi yang berkembang melalui 4 fase yakni :
1. Fase Kontribusi Manajemen (1900-1933)
2. Fase Kontribusi Institusi (1933-1959)
3. Fase Kontribusi Profesional (1953-1973)
4. Fase Politisasi (1973-sekarang).
Standar Akuntasi Keuangan (SAK) di Amerika lebih dikenal dengan nama GAAP (General Accepted Accounting Principal). Standar Akuntansi secara historis telah ditetapkan oleh American Institute of Certified Akuntan Publik (AICPA) tunduk pada Securities and Exchange Commission peraturan. The AICPA pertama kali membuat Komite Prosedur Akuntansi pada tahun 1939, dan diganti bahwa dengan Prinsip Akuntansi Dewan pada tahun 1951 . Pada tahun 1973, Dewan Prinsip Akuntansi digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) di bawah pengawasan Yayasan Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Dewan Pertimbangan. Organisasi-organisasi lain yang terlibat meliputi Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb), terbentuk tahun 1984, dan Perusahaan Publik Akuntansi Dewan Pengawas (PCAOB). Sebagai internasional dan US GAAP standar telah berkumpul, maka Dewan Standar Akuntansi Internasional yang memproduksi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) telah menjadi penting
Sekitar tahun 2008, FASB mengeluarkan Standar Akuntansi FASB Kodifikasi, yang menata ulang ribuan GAAP pernyataan AS ke sekitar 90 topik akuntansi.
Pada tahun 2008, Komisi Sekuritas dan Bursa mengeluarkan “peta jalan” awal yang dapat memimpin AS untuk meninggalkan prinsip akuntansi yang berlaku umum di masa depan (akan ditentukan pada tahun 2011), dan untuk bergabung lebih dari 100 negara di seluruh dunia bukan dalam menggunakan yang berbasis di London Standar Pelaporan Keuangan Internasional. Pada 2010, proyek konvergensi sedang berlangsung dengan pertemuan rutin FASB dengan IASB.
Untuk dan negara pemerintah daerah, GAAP ditentukan oleh Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GaSb), yang beroperasi di bawah seperangkat asumsi, prinsip, dan kendala, berbeda dengan PSAK sektor swasta standar. Ketentuan GAAP AS agak berbeda dari Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), meskipun mantan Ketua SEC Chris Cox menetapkan jadwal bagi semua perusahaan AS untuk menjatuhkan GAAP pada tahun 2016, dengan perusahaan terbesar beralih ke IFRS pada awal 2009.

Dalam perkembangannya negara Prancis dan Jepang masih kurang dominan ketimbang Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan akuntansi Jepang yang dalam perkembangannya saat ini didasarkan pada IFRS yang ada.

  • Pendekatan terhadap Perkembangan Akuntansi

Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar :
1) Berdasarkan pendekatan makro ekonomi
Berdasarkan pendekatan ini, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makro ekonomi nasional. Contohnya negara Swedia.
2) Berdasarkan pendekatan mikro ekonomi
Pada pendekatan ini, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikro ekonomi. Contohnya negara Belanda.
3) Berdasarkan pendekatan independen
Berdasarkan pendekatan ini, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan. Contohnya negara Inggris dan Amerika Serikat.
4) Berdasarkan pendekatan yang seragam
Pada pendekatan ini, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Contohnya adalah negara Perancis.
  • Akuntansi Hukum Umum dengan Hukum Kode. 

Akuntansi juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan sistem hukum suatu negara.
1) Akuntansi dalam negara-negara hukum umum memiliki karakteristik berorientasi terhadap ”penyajian wajar”, transparansi dan pengungkapan penuh serta pemisahan antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi hukum umum sering disebut sebagai ”Anglo Saxon”. Akuntansi ini berawal di Inggris dan kemudian diekspor ke negara-negara seperti Australia, Kanada, Hong Kong, India, Malaysia, Pakistan dan Amerika Serikat.
2) Akuntansi dalam negara-negara hukum kode memiliki karakteristik berorientasi legalistik, tidak membiarkan pengungkapan dalam jumlah kurang, dan kesesuaian antara akuntansi keuangan dan pajak. Akuntansi hukum kode sering disebut ”kontinental”, dan kebanyakan ditemukan di negara-negara Eropa Kontinental dan bekas koloni mereka di Afrika, Asia dan Amerika.
  • Perbedaan Penyajian Wajar dan Kepatuhan Terhadap Hukum di Negara yang Dominan

Perbedaan penyajian wajar dan kepatuhan terhadap hukum mengalami banyak permasahan. Ini menyangkut penyesuaian yang dilakukan terhadap pemberlakuan IFRS sebagai dasar penyajian. Beberapa masalah diantaranya :
(1) Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi.
(2) Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap (properti) diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum).
(3) Pensiun dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat Anda berhenti bekerja (kepatuhan hukum).

Referensi :
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2005.
http://fitrianawulan.blogspot.co.id/2017/03/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi.html
http://eriahandaresta.blogspot.co.id/2011/04/perkembangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html
https://xmeizafitrianax.wordpress.com/2011/02/21/sistem-akuntansi-jepang/
https://lintangasmara.wordpress.com/2013/03/31/akuntansi-di-amerika-serikat-tugas-softskill-akuntansi-internasional/
http://syudas.blogspot.co.id/2010/03/sistem-akuntansi-di-beberapa-negara.html

Tugas 1.1 Akuntansi Internasional (Pengertian dan Karakteristik Akuntansi Internasional, serta Pengaruh Kebijakan Pasar Modal & Sektor Keuangan)

Nama : Annisa Zahra
Kelas : 4EB24
NPM : 21213168

A. Karakteristik Akuntansi Internasional
Karakteristik-karakteristik akuntansi internasional adalah sebagai berikut:
1. Bisnis internasional
2. Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sering sulit untuk mengindentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
3. Ketergantungan pada perdagangan internasional.

B. Pengertian Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional adalah salah satu jenis bidang akuntansi yang memilki tujuan  untuk transaksi internasional mengenai perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya yang di mana diharuskan untuk berkembang agar dapat memberikan suatu informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

C. Pengaruh Kebijakan Pasar Modal dan Sektor Keuangan
  • Pengaruh Kebijakan Pasar Modal

Dalam era globalisasi, dunia usaha dan masyarakat telah menjadi semakin kompleks sehingga menuntut adanya perkembangan berbagai disiplin ilmu termasuk Akuntansi. Akuntansi memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial karena setiap pengambilan keputusan yang bersifat keuangan harus berdasarkan informasi akuntansi. Keadaan ini menjadikan akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat dibutuhkan keberadaanya dalam lingkungan organisasi bisnis.
Perkembangan dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Bidang-bidang yang dahulu tidak di bayangkan sebagai sektor usaha sekarang menjadi sektor besar. Bunga Bank yang tinggi mendorong orang mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan permodalannya, persaingan antar perusahaan semakin meningkat dengan dibarengi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para pengelola perusahaan sangat membutuhkan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan. Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal. Masyarakat Amerika sudah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007).
Dalam bertransaksi, baik para investor maupun calon investor telah menggunakan informasi keuangan perusahaan sebagai salah satu pedoman dalam membuat prediksi-prediksi dan untuk mengambil keputusan bisnis, yaitu investasi dalam surat-surat berharga, khususnya dalam saham. Perkembangan positif yang terjadi terhadap bisnis saham di pasar modal Amerika juga menunjukkan bahwa kebutuhan perusahaan akan modal juga meningkat seirama dengan perkembangan pasar. Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar modal memegang peranan penting dalam perekonomian suatu negara khususnya Amerika pada era tersebut. Disamping itu, juga berarti bahwa kebutuhan dan peran informasi akuntansi menjadi semakin penting.
  • Pengaruh Sektor Keuangan

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 10 Januari 2013 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%. Tingkat suku bunga tersebut dinilai masih konsisten dengan sasaran inflasi tahun 2013 dan 2014, sebesar 4,5% ± 1%. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2012 dan prospek tahun 2013-2014 menunjukkan perekonomian Indonesia tumbuh cukup tinggi dengan inflasi yang tetap terkendali dan rendah. Kinerja tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia dan Pemerintah untuk menjaga stabilitas makro dan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah perlambatan ekonomi dunia. Fokus kebijakan Bank Indonesia saat ini diarahkan untuk mengelola keseimbangan eksternal dan stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai kondisi fundamentalnya. Ke depan, Bank Indonesia juga akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial serta mempererat koordinasi dengan Pemerintah untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan eksternal, mencapai sasaran inflasi, dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional. 
Kebijakan Bank Indonesia akan diarahkan untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya untuk menjaga keseimbangan eksternal. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui lima pilar kebijakan. Pertama, kebijakan suku bunga akan ditempuh secara konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan agar tetap terjaga dalam kisaran target yang ditetapkan. Kedua, kebijakan nilai tukar akan diarahkan untuk menjaga pergerakan Rupiah sesuai dengan kondisi fundamentalnya. Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal. Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mengelola ekspektasi inflasi. Kelima, penguatan koordinasi Bank Indonesia dan Pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro, khususnya dalam memperkuat struktur perekonomian, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respons sisi penawaran, serta pemantapan Protokol Manajemen Krisis (PMK).

Referensi :
http://ikaikoqs89.blogspot.co.id/2012/03/tulisan-1-akuntansi-internasional.html
http://mutiarasandi.blogspot.co.id/2013/03/akuntansi-internasional-dan-pengaruhnya_4924.html
https://lovelycimutz.wordpress.com/2013/03/07/tugas-minggu-1-softskill-akuntansi-internasional/

Saturday, October 15, 2016

Tulisan Tentang Hobi


            Saya bernama Annisa Zahra. Seorang perempuan asal bekasi yang berasal dari turunan Aceh-Sunda. Umur saya tahun ini sudah menginjak umur 22 tahun. Saya saat ini kuliah di salah satu universitas swasta di Indonesia yaitu Universitas Gunadarma. Sekarang saya berada di tingkat akhir yaitu semester 7 yang InsyaAllah saya akan mendapatkan gelar sarjana kurang lebih dalam waktu 1 tahun lagi. Amin……
            Setiap orang pasti memiliki hobi di dalam kehidupannya. Saya memiliki banyak hobi, seperti berenang, menonton film, dan terakhir adalah kuliner. Saya hobi berenang karena berenang merupakan suatu cabang olahraga yang dapat memberikan banyak manfaat bagi tubuh kita. Selain itu berenang membantu kita untuk melatih pernafasan serta dapat meninggikan badan. Menonton film juga merupakan hobi saya karena dari film terkadang kita dapat memetik nasehat-nasehat hidup yang baik dan dapat kita implementasikan di dalam kehidupan sehari-hari. Film juga dapat melatih daya pikir kita untuk berimajinasi lebih luas tentang film tersebut. Maka dari itu ada beberapa film yang benar-benar kita harus pahami agar kita dapat masuk dan mengerti ke dalam alur cerita  film tersebut.
            Dan yang terakhir hobi saya adalah kuliner. Saya sangat senang untuk mencoba kuliner baru yang sedang banyak diperbincangkan oleh orang-orang sekitar atau rekomendasi dari teman. Begitu pula dengan teman-teman dekat saya juga sangat suka dengan dunia kuliner. Setiap pulang kuliah dan setiap weekend kami menyempatkan waktu untuk mencari kuliner-kuliner baru di sekitar bekasi hingga Jakarta. Saya sangat suka sekali dengan makanan asal negeri sakura yaitu negara Jepang yang bernama sushi. Sekitar bulan September 2016 lalu, saya dan teman-teman pergi ke salah satu mall terbesar di daerah Jakarta selatan yaitu Kota Kasablanka. Disana kami menemukan salah satu tempat kuliner yang baru buka dan menjual sushi satuan dengan berbagai macam toping. Ada toping crab stick, tuna, baby octopus, ebi, tobiko, dan masih banyak lagi. Harganya pun sangat bisa dibilang murah yaitu mulai 3ribu hingga 40ribu. Tetapi untuk sushi satuan dijual dengan harga 3ribu dan 6ribu per sushinya. Dan untuk saya pecinta sushi, sushinya enak dan bikin ketagihan. Walaupun harganya murah tetapi kualitas dan rasanya sangat diperhatikan. Dan saya pasti akan kembali lagi kesana.

            Waktu saya ke Makassar untuk berlibur di rumah tante, saya menyempatkan untuk mencicipi makanan khas dari daerah Makassar seperti pisang epe, coto Makassar, palubutu, sop konro, mie titi, pisang ijo, barongkok pisang dan saya mencari salah satu tempat makan sushi juga. Karena kemanapun saya tidak bisa lepas dari sushi hehehe. Dari hobi kuliner, saya mendapatkan banyak pengalaman baru dan juga suasana baru dalam hal mencicipi makanan. Setiap ada tempat makan yang membuat saya penasaran pasti saya langsung mengajak teman saya untuk datang ke tempat kuliner tersebut. Itulah daftar hobi-hobi saya yang menurut saya banyak memberikan manfaat dan kepuasan tersendiri di dalam hidup saya saat ini dan di saat yang akan datang nanti. 

Friday, May 20, 2016

Degrees of Comparison, Question Words, and 5W+1H in English Newspaper

NAMA :                ANNISA ZAHRA
NPM    :                21213168
KELAS:                3EB24
ASSIGNMENTS

A.      Degrees of Comparison
The Degrees of Comparison in English grammar are made with the Adjective and Adverb words to show how big or small, high or low, more or less, many or few, etc., of the qualities, numbers and positions of the nouns (persons, things and places) in comparison to the others mentioned in the other part of a sentence or expression.
An Adjective is a word which qualifies (shows how big, small, great, many, few, etc.) a noun or a pronoun is in a sentence. An adjective can be attributive (comes before a noun) or predicative (comes in the predicate part):
e.g.  He is a tall man. (‘tall’ —  adjective – attributive)
This man is tall.  (‘tall’ —  adjective – predicative)
An Adverb is a word which adds to the meaning of the main verb (how it is done, when it is done, etc.) of a sentence or expression.
It normally ends with ‘ly’, but there are some adverbs that are without ‘ly’:
e.g.  She ate her lunch quickly.   He speaks clearly.  They type fast.

Kinds of comparison:

1.       POSITIVE DEGREE:
e.g. Tom is tall a boy.
In this sentence the word ‘tall’ is an adjective telling us how Tom is.  There is no other person or thing in this sentence used to compare Tom with, but it is the general way of saying about persons, animals and things that they have some quality (here ‘tallness’) above average in general sense. The adjective word ‘tall’ is said to be  in the “positive form”.
This comparison is called “positive degree” comparison. There are two more comparisons with the ‘positive form’ of the adjective words. They are:
1.       Degree of Equality: This comparison is used to compare two persons, animals or things to tell us that they are equal – having the same quality.
e.g. There are  two cats with the same height and weight, and look the same except for the colour.
Therefore we say:
e.g. The brown cat is as beautiful as the grey cat.  (= Both the cats are the same.)
The word “beautiful” is an adjective in the ‘positive form’, and with the conjunction as…as  it expresses the ‘degree of equality’.
2.        Degree of Inequality: This comparison is used to compare two persons, animals or things to tell us that they are not equal – not having the same quality.
e.g. The brown cat is not so beautiful as the black & white cat.         (= They are not the same.)
The word “beautiful” is an adjective in the ‘positive form’, and with the conjunction so…as (and the negative ‘not’) it expresses the ‘degree of inequality’
Example of Positive Degree :
1.       The task is not as difficult as you imagine.
2.       He drives as carefully as my father in the residential area.
3.       Tom is tall a boy
4.       It is a tall building.
5.       Apple is sweet to taste.

2. COMPARATIVE DEGREE:
e.g. Tom is a tall boy. Tom is taller than his sister.                                               
In the second sentence the word ‘taller’ is an adjective used to compare the ‘tallness’ of these two persons – Tom and his sister – and to tell us that Tom has more of the quality of ‘tallness’.
Therefore, an adjective word which shows the difference of quality between twotwo groups of persons, animals or things is said to be in the ‘comparative form’. persons, animals or things, or. This comparison is called “Comparative Degree”.
There are two more degrees of comparison with the ‘comparative form’ of an adjective. They are:
1.         Parallel Degree: This comparison is used to show that the qualities of two items (adjectives or adverbs) talked about in the given sentence go parallel, i.e. if one quality (adjective or adverb) increases, the other quality (adjective or adverb) increases, and if one quality decreases, the other quality also decreases.
e.g. The bigger the box, the heavier it is.
2.       Progressive Degree: This comparison is used to show that the quality of a thing (adjective or adverb) talked about in the given sentence increases as the time passes, for example:
MON      TUE         WED       THU        FRI          SAT         SUN
25°    →   27° →      30° →    33°  →   35°   →   38°   →    40°
It’s getting hotter and hotter day by day.  [as the time passes the temperature increases] OR The days are getting hotter and hotter.
Example of Comparative Degree:
1.       Tom is a tall boy. Tom is taller than his sister
2.       Your heart is colder than ice.
3.       I ran faster than you did.
4.       This building is taller than any other building.
5.       Apple is sweeter than pear.

3. SUPERLATIVE DEGREE:
e.g.  A musk ox is a large animal. An elephant is larger than a musk ox. The blue whale is the largest of all animals. The blue whale is the largest of all animals in the world.
In this sentence the word (the) ‘largest’ is an adjective used to compare the “largeness” of the blue whale and to tell us that the blue whale has the most quality of ‘largeness’.
This comparison is used to compare one person, animal or thing with more than two persons, animals or things (the rest of the group of more than two), and to say that the particular one has the highest degree of that  particular quality (here the comparison is between the blue whale and the rest of the animals, more than two). The adjective ‘large’ is said to be in the ‘superlative form’. This comparison is called “Superlative Degree”.
Example of Superlative Degree:
1.       The blue whale is the largest of all animals in the world.
2.       Your heart is the coldest of all.
3.       I run the fastest in my class.
4.       This is the tallest building.
5.       Apple is the sweetest fruit.

B.      Question Words
There are a number of words in the English language that are used primarily to make questions; these words are ‘question words’, sometimes known as ‘WH question words’, owing to the fact that all of them start with the letter ‘w’, except one which starts with ‘h’.
1.       What
‘What’ is used when asking for information about something, as in example:
1.        What did you do last evening?
2.       What would you like for dinner?
3.        What did you say when you were caught?
4.       What is your age and name?

2.       When
‘When’ is used when asking for time, as in example:
1.        When do you arrive?
2.        When is the show?
3.       When did that happen?
4.       When did you leave the office yesterday?

3.       Where
‘Where’ is used when asking for place, as in example:
1.       Where do we go now?
2.        Where have you kept the book?
3.        Where do you go for your tuitions?
4.       Where do they live?

4.       Who
‘Who’ is used when asking for identity of person or persons (subject), as in example:
1.       Who is that?
2.       Who wrote Moby Dick?
3.       Who called earlier?
4.       Who opened the door?

5.       Whom
‘Whom’ is used when asking what or which person or people (object), as in example:
Whom did you see?
6.       Whose
‘Whose’ is used when asking about possession, as in example:
1.       Whose car is this?
2.       Whose place are you staying at?
3.       Whose are these shoes?
4.       Whose are these bag?

7.       Which
‘Which’ is used to ask about choice, as in example:
1.       Which flavour of ice cream would you like?
2.       Which route do you think we should take?
3.       Which of the two is better?
4.       Which colour do you want?

8.       Why
‘Why’ is used when asking for reasons, as in example:
1.       Why would you say something like that?
2.       Why does the food smell bad?
3.       Why did you not go for work today?
4.       Why do you say that?

9.        How
‘How’ is used when asking about manner or quality or condition, as in example:
1.       How did you do that?
2.       How was the movie?
3.       How is life?
4.       How does this work?

C.      5W+1H in English Newspaper

Go-Jek cited amid limited innovations at IDB forum

Discussing innovation among less-developed countries is a challenge. (What are the challenges for developing countries?)
Indonesia’s finance minister chose to talk about transportation application Go-Jek to inspire the members of the Islamic Development Bank ( IDB ), many of which are less-developed countries, about a simple yet meaningful innovation. (Who is talking about to inspire the members of the Islamic Development Bank (IDB)?)
Islamic finance is expected to help achieve the UN Sustainable Development Goals ( SDGs ). More innovation is needed to create sustainable development, but it is a great challenge as most IDB members, which have many SDG targets to achieve, are less-developed countries with limited ability to invest in research and development. (Why Islamic finance is expected to help achieve the UN Sustainable Development Goals (SDGs)?)
The IDB Group's board of governors chairman, Bambang Brodjonegoro, said the drive for innovation in Islamic finance should come from two elements: competition and limitation. The Indonesian finance minister said simple innovations could result in business and employment. (What was said by Bambang Brodjonegoro as the board of governors chairman in The IDB Group’s of the drive for innovation in Islamic finance?)
"In order to compete, to survive, you can come up with a simple innovation but a very powerful one," Bambang said at the IDB's 41st annual meeting in Jakarta on Wednesday. (When and where he gave  a speech?)
Citing Go-Jek as example, he said the chronic congestion in the capital city had led to a simple innovation involving ojek ( motorcycle taxis ), to help people avoid the traffic. "[…] an Indonesian entrepreneur came up with an innovation to create an application for ojek. We call it Go-Jek, which allows you to order ojek using a cell phone," he explained. (What he cited as an example of an innovation?)
As people responded well, Go-Jek then expanded, providing services from taxis to food delivery, Bambang told the audience. The innovation made living in Jakarta more comfortable, proving that simple innovations do not only mean good business, but also result in people's economic development. (How people respond to the application Go-Jek?)
IDB Group president Ahmad Muhamed Ali acknowledged a disparity in finding such solutions among its 57 member countries as many are less-developed countries. He called on IDB members to catch up by innovating. "We urge member countries to provide investments in research and development and improve human resources," he said. (What solutions provided by the IDB Group President Ahmad Muhamed Ali to catch up with developed countries?)
(ags)

Reference :



Friday, April 8, 2016

ACTIVE-PASSIVE SENTENCE, RELATIVE/ADJECTIVE CLAUSES, AND CONDITIONAL SENTENCES

A.      ACTIVE AND PASSIVE SENTENCE
1.       Active Sentence
In active sentences, the thing doing the action is the subject of the sentence and the thing receiving the action is the object. Most sentences are active.
[Thing doing action] + [verb] + [thing receiving action]
Examples:
1.       Once a week, Tom cleans the house.
2.       Right now, Sarah is writing the letter.
3.       Sam repaired the car.
4.       The salesman was helping the customer when the thief came into the store.
5.       Many tourists have visited that castle.

2.       Passive Sentence

In passive sentences, the thing receiving the action is the subject of the sentence and the thing doing the action is optionally included near the end of the sentence. You can use the passive form if you think that the thing receiving the action is more important or should be emphasized. You can also use the passive form if you do not know who is doing the action or if you do not want to mention who is doing the action.
[Thing receiving action] + [be] + [past participle of verb] + [by] + [thing doing action]
Examples:
1.       Once a week, the house is cleaned by Tom.
2.       Right now, the letter is being written by Sarah.
3.       The car was repaired by Sam.
4.       The customer was being helped by the salesman when the thief came into the store.
5.       That castle has been visited by many tourists.

B.      RELATIVE CLAUSES / ADJECTIVE CLAUSES
An adjective clause is used to describe a noun. A relative pronoun is usually used to introduce an adjective clause. An adjective clause—also called an adjectival or relative clause will meet three requirements:
1.       First, it will contain a subject and verb.
2.       Next, it will begin with a relative pronoun [who, whom, whose, that, or which] or a relative adverb [when, where, or why].
3.       Finally, it will function as an adjective, answering the questions What kind? How many? or Which one?
The adjective clause will follow one of these two patterns:
1.       Relative Pronoun or Adverb + Subject + Verb
2.       Relative Pronoun as Subject + Verb
Here are some examples:
1.       Whose big, brown eyes pleaded for another cookie ( Relative clauses )
Whose = relative pronoun; eyes = subject; pleaded = verb.
2.       Why Fred cannot stand sitting across from his sister Melanie ( Relative clauses )
Why = relative adverb; Fred = subject; can stand = verb [not, an adverb, is not officially part of the verb].
3.       That bounced across the kitchen floor ( Relative clauses )
That = relative pronoun functioning as subject; bounced = verb.
4.       Who hiccupped for seven hours afterward ( Relative clauses )
Who = relative pronoun functioning as subject; hiccupped = verb.


C.      CONDITIONAL SENTENCE
Conditional tenses are used to speculate about what could happen, what might have happened, and what we wish would happen. In English, most sentences using the conditional contain the word if. Many conditional forms in English are used in sentences that include verbs in one of the past tenses. This usage is referred to as "the unreal past" because we use a past tense but we are not actually referring to something that happened in the past. There are five main ways of constructing conditional sentences in English. In all cases, these sentences are made up of an if clause and a main clause. In many negative conditional sentences, there is an equivalent sentence construction using "unless" instead of "if".

Type of Conditional Sentences :
1.       THE ZERO CONDITIONAL
The zero conditional is used for when the time being referred to is now or always and the situation is real and possible. The zero conditional is often used to refer to general truths. The tense in both parts of the sentence is the simple present. In zero conditional sentences, the word "if" can usually be replaced by the word "when" without changing the meaning.
Examples :
If clause                                                               Main Clause
If + simple present                                              simple present
1.       If this thing happens                                     that thing happens.
2.       If you heat ice                                               it melts.
3.       If it rains                                                       the grass gets wet.
4.       If we burn paper                                            it becomes ash.
5.       If babies are hungry                                      they cry

2.       TYPE 1 CONDITIONAL
The type 1 conditional is used to refer to the present or future where the situation is real. The type 1 conditional refers to a possible condition and its probable result. In these sentences the if clause is in the simple present, and the main clause is in the simple future.
Examples :
If clause                                                               Main Clause
If + simple present                                              simple future
1.       If this thing happens                                     that thing will happen.
2.       If you don't hurry                                         you will miss the train.
3.       If it rains today                                             you will get wet.
4.       If I meet him                                                 I will introduce myself.
5.       If you don't hurry                                         you will miss the bus.

3.       TYPE 2 CONDITIONAL
The type 2 conditional is used to refer to a time that is now or any time, and a situation that is unreal. These sentences are not based on fact. The type 2 conditional is used to refer to a hypothetical condition and its probable result. In type 2 conditional sentences, the if clause uses the simple past, and the main clause uses the present conditional.
Examples :
If clause                                                               Main clause
If + simple past                                                   present conditional or present continuous conditional
1.       If this thing happened                                   that thing would happen 
2.       If you went to bed earlier                              you would not be so tired.
3.        it rained                                                        you would get wet.
4.       If I spoke Italian                                            I would be working in Italy.
5.       If it rained tomorrow                                     I would sleep all day.

4.       TYPE 3 CONDITIONAL
The type 3 conditional is used to refer to a time that is in the past, and a situation that is contrary to reality. The facts they are based on are the opposite of what is expressed. The type 3 conditional is used to refer to an unreal past condition and its probable past result. In type 3 conditional sentences, the if clause uses the past perfect, and the main clause uses the perfect conditional.
Examples :
If clause                                                               Main clause
If + past perfect                                                   perfect conditional or perfect continuous conditional
1.       If this thing had happened                            that thing would have happened. 
2.       If you had studied harder                              you would have passed the exam.
3.       If it had rained                                              you would have gotten wet.
4.       If I had accepted that promotion                  I would have been working in Milan.
5.       If you had  to invite me                                I would have attended your party.

References :